Terkadang aku membenci diriku sendiri. Sangat benci. Hingga aku ingin terlepas dari jerit kata hati. Apa yang salah? Siapa yang salah? Aku tak ingin berlama-lama memendam. Hanya membuat semakin kacau. Aku bertarung melawan kekerasan diri. Mengapa dan bagaimana aku bisa begini?Dan.. apa berhakku? Memaki yang bukan milikku. Meneriaki apa yang bukan hak-ku. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku yang salah dalam menempatkan. Aku yang salah membendung pengharapan. Aku yang salah terlalu meminta. Aku yang salah karena keterlaluan menyikapi. Aku.. aku.. kini hanya pengakuan semu. Sejatinya aku yang membuat semakin kacau hingga segan sampai terkembangbiakkan. Hingga kejujuran hanyalah sebuah simbolis. Hingga diam adalah akhir dari pernyataan.. Hingga aku kian terasingkan.Sudahlah, biarkan kini kan ku lepas. Memiliki hanya sebatas mimpi. Mengharapkan adalah kepalsuan. Aku yang salah. Maafkan diri yang seakan rapuh tiada arti. Menyekat jalan antara pilihan. Mengucap kata yang tak kunjung terartikan. Aku.. aku.. apa kemauanku?Cukup sudah. Menerima adalah perasaan yang tak bersalah. Saatnya menepis segala rasa gundah. Sekian tanya telah terjawabkan. Nyata bertarung melawan angan. Ada rasa yang terasingkan. Ada kasih yang tak terpilih. Biarlah.. Biarkan kali ini memaki diri. Mengapa sampai kosong terciptakan? Mengapa hati seakan mati? Aku yang salah..Kenyataan aku yang menciptakan. Aku yang memberatkan. Aku yang sungguh geram melawan. Dan.. maafkan. Maafkan aku yang kehausan akan penjelasan. Maafkan tanya yang tak kunjung terkendalikan. Maafkan..Hanyalah aku diri yang tanpa malu. Hadir menerkam kehidupan. Membuat sekat semakin tak terlihat. Aku sungguh ingin memaki diriku sendiri. Melalui apa dan entah bagaimana? Aku yang seakan terjun dalam kekosongan. Aku.. aku.. aku.. sungguh menyesalinya.Sekarang.. Akan kusiapkan penerimaan yang terhebat. Akan kusiapkan penataan hati kembali. Akan kusiapkan jernih penglihatan. Akan ku cabut kuat keinginan. Akan ku asingkan tangan menuliskan. Tentang sajak yang kian bertepi..Aku sekarang memahami. Menantikan tak layak dicurahkan. Menjemputpun seakan tak berkawan. Aku yang telah menyalahi aturan. Kesalahan telah tercipta dalam pengorbanan. Maafkan.. maafkan untuk yang ke sekian kalinya..
Minggu, 13 November 2016
Tanpa Judul
Sabtu, 05 November 2016
...memaknai AyatNya
Pernahkah
kau mengalami kejenuhan?
Jenuh
dengan semua kehidupanmu
Jenuh
dengan semua urusan duniamu
Jenuh
dengan apa yang selalu menjadi fikiranmu
Yang belum
terselaikan.. yang belum bisa kau pecahkan
Pernahkah?
Maka,
Tengoklah
kehidupan orang lain sejenak
Warna-warni
kehidupan di luar sana perlu kau lihat
Perlu kau
rasakan
Perlu kau
renungkan
Sejatinya
makna kesyukuran-lah yang akan kau dapatkan
Dan..
segera
Segera
perbaiki kehidupanmu
Agar
kehidupanmu tetaplah hidup :)
Assalamu’alaikum…
Ya,
sejatinya kejenuhan itu pasti ada. Suatu saat kau akan mengalami kejenuhan.
Jenuh dengan semua yang ada disekelilingmu. Jenuh dengan apa yang menjadi beban
fikiranmu. Berhentilah sejenak. Rehatlah dari urusan duniamu yang menjemukkan. Kini,
saatnya menengok dunia luar. Warna-warni makna kehidupan di luar sana perlu kau
lihat.. maka sandingkan dengan kehidupanmu sekarang.. apa yang akan kau
rasakan??
Jum’at, 4 November 2016 adalah hari dimana umat Islam se Indonesia
akan mengadakan aksi damai menuntut keadilan atas apa yang telah menimpa Al-Qur’an,
pedoman seluruh alam. Setiap orang memiliki aksi sendiri-sendiri menanggapi
kasus yang sedang melanda negeri ini. Ada yang marah menggebu, ada yang menulis
di media sosial dengan pendapat kritisnya, ada yang hanya diam namun selalu
mendo’akan, dan ada banyak sikap yang berbeda lainnya.
Tentunya
aku dengan segala kekurangan tak luput dari rasa ingin berparsipasi entah
dengan cara apa. Mungkin hanya mampu dengan perasaan. Perasaan sakit atas apa
yang menimpa Al-Qur’an yang selalu menjadi pencerahan menghadapi kemelut coba
dan uji. Perasaan sakit atas keyakinan akan kebenaran tentang isi Al-Qur’an yang
diragukan oleh seseorang. Ya.. semua umat Islam pasti akan merasakan kesedihan
dan kemarahan. Tentunya dengan taraf kadar yang berbeda-beda.
Siang
hari itu.. saat massa sedang bergerak di segala titik, akupun bergerak menuju
RS. Moewardi untuk bertemu dengan adik-adik penderita kanker atau segala macam
penyakit kronis lain. Ya, tema kita hari ini adalah menghibur adik-adik yang
sedang berjuang dengan penyakitnya. Berjuang dengan kehidupannya. Seorang teman
yang tergabung dalam komunitas 3C mengajak untuk ikut. Berbagi kebahagiaan
bersama. Aku ditunjuk untuk mendongeng-kan cerita Nabi Yunus. Awalnya keraguan
itu datang, karena aku sama sekali belum ada pengalaman mendongeng-kan cerita
apapun pada anak-anak.
Bertemu
dan beriteraksi dengan adik-adik penderita kanker ini adalah pengalaman pertamaku.
Sungguh indah skenario Allah. Allah tau kebutuhan ruhaniyah apa yang sedang kita
butuhkan. Dan memang sejatinya Allah-lah yang tau apa yang pantas dan apa yang
baik untuk kita, karena Dialah Yang Maha Tahu. Saat itu adik-adik sedang
menjalani terapi bermain dan aku baru tahu kalau ada terapi bermain untuk
penderita kanker. Adik-adik tak banyak yang ikut, hanya sekitar 6-7 anak. Mereka
menggambar, mewarnai dan bernyanyi bersama. Sungguh hati ini bergejolak melihat
adik-adik yang sedang sakit namun tetap bisa tersenyum bahagia. Ada yang masih harus
mendapatkan cairan tambahan, infus, namun tetap bisa bertepuk tangan, bernyanyi
bersama. Sedangkan aku? Sejauh apa kesehatan ini kumanfaatkan dengan maksimal??
T.T
Setelah
para suster menutup terapi bermain, saatnya aku dan teman-teman lain masuk
untuk mengisi hiburan pada adik-adik. Tak banyak adik-adik yang bisa bergabung
untuk bermain. Karena banyak yang berada di bangsal menjalani perawatan
masing-masing. Saat itu perkenalan dimulai, ada dek Galang, dek Fiqi, dek
Klara, dek Rasyid, dan dek Habib. Walaupun hanya berlima namun tak mengurangi semangat
kami untuk menghibur adik-adik. Hiburan pertama dari seorang teman yang sangat
menginspirasi diri ini. Cara berinteraksi kepada adik-adik membuat diri ini iri
dan bangga memiliki teman seperti dia. Ana ukhibbuki fillah, ukhty, insyaAllah
:) Temanku mengajak adik-adik membuat ikan paus dari kertas yang dirangkai
dengan pita. Sangat cantik. Adik-adikpun antusias membuatnya.
Hiburan
kedua saatnya aku beraksi unjuk gigi. Hehe.. saatnya aku mendongeng-kan kisah
Nabi Yunus. Tentunya masih berhubungan dengan ikan paus yang cantik :D.. aku
mendongeng ala kadarnya disertai dengan alat peraga. Awalnya aku sangat gugup. Haha
binggung bagaimana menyampaian cerita yang bisa ditangkap oleh anak-anak. Bingung
merangkai kata yang tepat. Alhasil, awal-awal agak belepotan. Namun,
dipertengahan-akhir ketenangan mulai datang. Melihat adik-adik tersenyum
membuat diri ini tak menyerah. Akhirnya kuselesaikan
dongeng Nabi Yunus dengan lancar dan tentunya dengan pesan singkat yang bisa
dicerna oleh adik-adik. Semoga.. hehe..
Next,
hiburan yang selanjutnya adik-adik diminta merangkai puzzle ikan paus dan unta.
Adik-adik yang ikut bermain hanya berdua, Fiqi dan Klara, dan ditemani
kakak-kakak untuk menyelesaikan puzzle paus cantik dan unta yang ganteng. Semuanya
antusias merangkai puzzle2 tersebut. Akhirnya, setelah terselaikan puzzlenya
saatnya pembagian hadiah. Hadiahnya apa? Jeng.. jeng.. susu dan biskuit :*
Masuk
di sesi yang terakhir. Saatnya penutupan. Sebelum ditutup dengan berdo’a
bersama, semuanya diajak bernyanyi dan bergoyang bersama-sama. Tak mau kalah
dengan adik-adik yang semangatnya super, kakak-kakakpun ikut meramaikan. Tentunya
dengan gaya masing-masing yang super lucu. :D Alhamdulillah… semuanya bahagia
tanpa uraian air mata. :P
Selesai
hiburan, adik-adik kembali ke bangsal masing-masing. Kakak-kakak membersihkan
tempat bermain seperti sedia kala. Setelah itu, karena susu dan biskuatnya
masih banyak, maka dibagikan ke bangsal adik-adik penderita kanker. Allah.. inilah
saat mata melihat kondisi adik-adik yang sebenarnya. Ada yang lemah terbaring
dan ada yang kesakitan, namun tidak sedikit pula yang bisa ketawa lepas
menyambut kakak-kakak membagikan susu dan biskuit. Sejenak, raga ini lemas
menyaksikkan kondisi adik-adik yang sedang berjuang melawan penyakit kronis
masing-masing. Disatu sisi merasakan bahagia bisa membuat mereka tertawa~ yang
entah akan bertahan berapa lama. Aku yang hanya mampu menghibur lewat senyum,
sapa, dan salam..
Alhamdulillah,
Allah mewarnai hari ini dengan sangat sempurna. Bersama adik-adik membuat
semakin memaknai ayat-ayatNya. Menyukuri apa yang telah ada pada diri ini.
Dan.. firman Allah dalam surat Ar-Rahman,”Maka
nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan??” terus terngiang-ngiang
dalam benak dan pikiran. Sungguh, entah apa yang menjadikan manusia menjadi
terlena akan dunia sehingga melupakan kenikmatan yang Allah berikan selama ini.
Rasullah SAW pun pernah memberikan nasihat,”Lihatlah
orang yang lebih rendah dari pada kalian dalam urusan dunia, dan lihat yang
lebih tinggi dalam urusan agama/akhirat. Yang demikian itu lebih layak,
sehingga kamu tidak meremehkan nikmat ALLAH yang diberikan kepadamu."
Allah..
Allah.. Allah.. jalan untuk lebih mencintaiNya ada banyak cabang. Maka,
temuilah cabangmu itu. Hingga nantikan kita kan dipertemukan dalam muara yang
sama, yakni keridho’an Illahi. Masih sama-sama berproses. Memahami makna
kesyukuran, keikhlasan, kekuatan, dan kesabaran
Dengan Cinta,
Veeza Tazkiyah
Wassalamu’alaikum…
^^
Selasa, 11 Oktober 2016
Kekecewaan..
Assalamu’alaikum…
Dan…
akhirnya perasaan ini membuncah menjadi air mata. Perasaan kekecewaan. Perasaan
sedih.. perasaan yang seharusnya tak ku harap hadir saat-saat hari bahagia ini.
Ketika
satu tujuan mencapai kelulusan terlewati siapa yang tak bahagia? Siapa yang tak
lega? Siapa yang tak menanti-nantikannya? Setelah melewati proses perjuangan
panjang. Perjuangan yang tak sedikit mengerahkan tenaga, waktu, dan biaya. Tentu
perasaan pula. Berharap melewatinya dengan bahagia. Menutup dengan bahagia. Namun,
ternyata jalan Allah lebih indah. Pasti ada ibrah dibalik duka ini.
Aku
sangat berharap kalian menyaksikkan 1 proses tujuanku terlewati. Membersamai dan
menyemangati. Namun janji tiadalah berarti lagi. Semua terhapus dengan
kesibukan masing-masing. Ya, kesibukan itu meruntuhkan kepedulian kalian. Satu-persatu
ku rasa semakin menghilang. Entah, mungkin hanya aku yang terlalu merasa.
Maaf,
mungkin sayang ku terhadap kalian terlalu besar. Jadi, harapanku terhadap
kalian tentulah besar pula. Dan Allah memberikan rasa sakit ini. Mungkin Allah
sedang mengingatkan, tak patutlah terlalu bergantung, berharap pada setiap insan. Hanya Allah-lah tempat bergantung dan
meminta. Dan akhirnya meleleh air mata tanda penyesalan. Tanda semakin syukur terhadapNya.
Innalla ma’ana.. dan Allah tetap dan akan selalu membersamaiku. Inilah teguran dariNya.
Terimakasih
untuk setiap maaf yang keluar dari lesan kalian. Bukti penyesalan telah ku
temui. Ku harap, tidak ada lagi tanya tentang kekecewaan. Tentu kalian telah
paham. Semoga. Aku harap semoga aku juga semakin memahami tentang karakter
pribadi masing-masing. Sehingga nantinya tak akan muncul rasa penyesalan.
Dan…
semoga Allah selalu melancarkan urusan kalian. Kesibukkan setiap insan menyerbu
kelulusan. Dan akupun tentu akan melaluinya. Namun tentu dengan jalanku,
prosesku, dan waktuku sendiri. Aku percaya Allah telah menetapkan waktu dan
kesiapanku. Allah dengan segala kebaikanNya. Alhamdulillah… ujian kesabaran,
keikhlasan, dan kesyukuran ini tentulah tak mudah. Dan terimakasih kalian telah
menjadi salah satu peran didalamnya.
Aku
rasa kekecewaan ini haruslah segera aku singkirkan. Tentunya ku harap waktu kan
bersahabat. Sehingga pada akhirnya aku dan kalian tetaplah menjadi sahabat. Aku
yang akan mencoba menyesuaikan. Aku yang akan mengatur perasaan ini kembali
seperti dulu. Aku yang akan mencoba untuk melupakan. Ku harap kalian mau
menunggu sampai aku kembali menemui keceriaan berbagi kebersamaan dengan
kalian. Aku yang ingin tetap bersama kalian.
Dan
pas banget ada salah satu kiriman nasihat dari rumah dakwah Indonesia. Memang Allah
tahu apa yang kita butuhkan sekarang :) this is..
*Setiap yang Allah datangkan kepada
kita selalu bermakna*
Bukan tanpa
sebab
Allah mendatangkan dan mengenalkan kita kepada banyak orang
Kadang dari dia kita bisa banyak belajar
Belajar bahwa di dunia ini kita tak bisa sendiri
Kadang kekurangan dan keterbatasan orang lain menjadi teguran indah buat kita
Kadang kelemahan orang lain bisa menjadi ladang pahala buat kita
Allah mendatangkan dan mengenalkan kita kepada banyak orang
Kadang dari dia kita bisa banyak belajar
Belajar bahwa di dunia ini kita tak bisa sendiri
Kadang kekurangan dan keterbatasan orang lain menjadi teguran indah buat kita
Kadang kelemahan orang lain bisa menjadi ladang pahala buat kita
Allah juga
kadang memberikan kejadian-kejadian yang mungkin akan membuat kita sedih,
bahagia, kecewa tentulah ada sebab, yakni agar kita mendapatkan ilmu dari apa
yang terjadi
Sabar ketika sempit dan tertimpa musibah
Kesyukuran yang mendalam ketika diberikan kebahagiaan
Tegar ketika diberi kekecewaan
Karena dengan kecewa kita belajar untuk meminta hanya kepada Allah
Sabar ketika sempit dan tertimpa musibah
Kesyukuran yang mendalam ketika diberikan kebahagiaan
Tegar ketika diberi kekecewaan
Karena dengan kecewa kita belajar untuk meminta hanya kepada Allah
Dan di
setiap tempat yang kita singgahi Allah selalu menitipkan keindahan luar biasa
Semua itu tak lain agar kita semakin meningkatkan perbaikan diri
Perbaikan tak kenal putus asa
Perbaikan menuju hamba yang kaffah dalam menaati setiap perintah dari Yang Maha Segala
Semua itu tak lain agar kita semakin meningkatkan perbaikan diri
Perbaikan tak kenal putus asa
Perbaikan menuju hamba yang kaffah dalam menaati setiap perintah dari Yang Maha Segala
#ayo
muhasabah diri
BP2A-RDI/016/3/I/1438
-----------------------------
Dan
akhirnya.. marilah memperbanyak instrokpeksi. Kita dengan diri kita
masing-masing. Kekurangan yang tak akan luput dari angan. Kelebihan yang
terkadang melenakan.. Marilah saling melihat sisi-sisi diri sendiri yang lantas
ingin saling dimengerti. Tentangku dan tentangmu. Selalu akan menjadi warna
indah dalam hidupku. Terimakasih sahabat.
“Tegar
ketika diberi kekecewaan.. Karena dengan kecewa kita belajar untuk meminta
hanya kepada Allah”
Wassalamu’alaikum..
Selasa,
11 Oktober 2016
-tepat
36 jam setelah sidang Seminar Kimia (10 Oktober 2016, 08:00)-
Di
dalam kamar kos sepi-sendiri
Seseorang
yang sedang berusaha mereda kekecewaan
Minggu, 04 September 2016
...Ketika
Ketika surya tak menampakkan raga
Ketika gelap mulai menggelayut
senja
Ketika alam mulai bercerita
Ketika hati berpaut asa
Saat jarak memisahkan 2 hati
Saat semua memilih untuk menyepi
Saat hampa selalu menemani
Saat aku dan kamu coba menghibur diri
Apalah arti tanpamu
Saat tiba sosok tanpa bertamu
Mencoba mengganti namun semu
Aku hanya ingin menjaga kalbu
Sosok gelap tanpa kebaikan
sepertimu
Sosok yang dingin menhujani malam kelabu
Sosok yang membunuh waktu
Sosok tanpa harap menggantikan
posisimu
Maafkan
karena aku masih merindu
Kebaikanmu
tak henti berlari dalam anganku
Menyelusuri
kekosongan hati yang padu
Tanpa
jawab ataukah belas kasihanmu
*Maafku untuk semua perlakuanku yang kurang berkenan kepada
sosok itu
Aku hanya ingin menjaga. Untuknya yang selalu ku harapkan
kebaikan menyertainya..
Kamis, 01 September 2016
..I hope you always stay the same
"Stay The Same"
Don't you ever wish
you were someone else,
You were meant to be the way you are exactly.
Don't you ever say you don't like the way you are.
When you learn to love yourself, you're better off by far.
And I hope you always stay the same,
cuz there's nothin' 'bout you I would change.
I think that you could be whatever you wanted to be
If you could realize, all the dreams you have inside.
Don't be afraid if you've got something to say,
Just open up your heart and let it show you the way.
Believe in yourself.
Reach down inside.
The love you find will set you free.
Believe in yourself, you will come alive.
Have faith in what you do.
You'll make it through.
You were meant to be the way you are exactly.
Don't you ever say you don't like the way you are.
When you learn to love yourself, you're better off by far.
And I hope you always stay the same,
cuz there's nothin' 'bout you I would change.
I think that you could be whatever you wanted to be
If you could realize, all the dreams you have inside.
Don't be afraid if you've got something to say,
Just open up your heart and let it show you the way.
Believe in yourself.
Reach down inside.
The love you find will set you free.
Believe in yourself, you will come alive.
Have faith in what you do.
You'll make it through.
Bismillah..
Mendengarkan
lagu tersebut entah mengapa mengingatkan aku padamu. “and..I hope you always stay the same..” Hanya itu, harapan besar
dalam diri ini. Mengharapkan kau tetap sama dengan yang seperti dulu. Saat itu.
Saat aku bisa tersenyum. Saat aku bisa bercerita..
Semakin
lama, semakin berat. Memilih antara kebahagiaan siapa yang akan terwujud. Andai
bisa menyatukan kebahagian ini bersama. Andai.. Pun jika tak bisa menyatu. Biarlah
kebahagian itu saling beriringan satu sama lain. Sampai saatnya kebahagian
tetaplah kebahagiaan.
Hanya
mengikuti alur yang telah kau cipta. Ikan yang telah terpancing. Mengharapkan
sang pemancing akan memberikan kehidupan yang baik nantinya lagi. Jika kau
biarkan dalam kait pancinganmu.. tunggulah sebentar.. hanya dengan hitungan
jam, ikanpun akan mati. Kecuali jika kau berani melepaskan.. Biarkan ikan bebas
mengikuti alur kehidupannya sendiri. Allah telah menjamin rizki bagi setiap
makhlukNya. Tak usah kau risaukan.
Rasa
acuh semakin kuat terasa. Kau dengan keterdiamanmu. Aku dengan segudang tanya
dan takutku. Aku tak berharap banyak. Hanya sedikit takut kehilangkan. Kehilangan
sesuatu yang belum sempat memiliki.. ya. Kau yang pada saatnya nanti akan
menemui kebahagianmu sendiri.
Hanya
selalu berharap yang terbaik untukmu. Tanpa aku menjadi bebanmu dalam langkah kehidupan
yang kau pilih nanti. Biar aku bantu menjaga sikapku ini. Izinkan aku pilih menggantikan
keterdiamanmu sampai aku benar-benar bisa melepas. Mengiringi kebahagiaan yang
kau pilih. Ya.. sampai saatnya nanti.. berjalanlah mengikuti alur hidupmu. Akupun
akan merangkai jalanku ini hingga ku temui celah kebahagiaanku sendiri. Tetaplah
menjadi dirimu sendiri.. “I hope you
always stay the same..”
-Pustaka UNS,12.16 PM-
Langganan:
Postingan (Atom)









