Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2016

Menemani Fikir Memaknai Rasa~ Memory KKN 2015

Bismillah…
Assalamu’alaikum… ^^ 

Ketika waktu telah menimbun rindu
Rasa terhembas ke tepian ruang semu
Tak lagi bersama jiwa bersatu padu
Semua telah berhenti memikirkanmu

 

Menarik membahas tentang persaaan rindu. Sama seperti rinduku padamu yang sejenak terhujam oleh waktu. Hingga akhirnya tak lagi ku temui namamu dalam fikirku. Menyakitkan memang. Sakit jika melupakan rasa rindu yang sejatinya ingin sekali ku bingkai rapi. Sampai pertemuan mencairkan rasa rindu kita bersama..
Adalah mereka. Adik2 dari Kuliah Kerja Nyata desa Getas, Kradenan, Blora yang sudah hampir satu tahun ini tak bisa ku temui karena *alih-alih* kesibukan perkuliahan. Mereka ternyata lebih peduli lebih dari yang aku fikirkan. Sore tadi, tiba-tiba hp berdering dengan nomer tanpa nama. Ragu-ragu awalnya untuk menjawab namun akhirnya ku jawab. Dan ternyata dialah dek Angga dan teman-temannya yang lain menelepon dengan semangatnya. Saling tanya kabar satu sama lain. Ku katakan kalau aku kangen adek2. Pengen ke Getas lagi. Lalu ku tanya balik, “ Kangen mbak ndak dek?”. “Kangen..” Jawabanya polos. Hhm… hati ini rasanya terhentak ingin kembali ke Getas, menemui dan memeluknya saat itu juga. Andai bisa.. 

Benar-benar rindu masa-masa bersama mereka. Belajar dan bermain bersama. Sederhana memang. Namun kebersamaan 1 setengah bulan kemarin adalah kebahagiaan nyata yang indah. Benar-benar indah. Rindu saat mengajari mereka berhitung, menulis, membaca, mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar dan masih banyak lagi. Keceriaan mereka masih tergambar jelas dalam fikiranku. Angan-angan tentangnya. Memori indah bersamanya. Melunturkan jalan waktu yang sempat menghilangkan rasa rindu yang ada.
Akhirnya ku ucapkan Alhamdulillah masih diberikan Allah perasaan rindu. Merindukannya memberikan ruang pengharapan untuk menemuinya lagi. Semoga bukan hanya sekali. Dan bisa berkali-kali hingga mengokohkan tali silaturahmi. Mendengarkan suara mereka yang sempat menghilang memberikan semangat baru dalam diri ini. Kebagiaan mengobati sejenak kerinduan. Walau tangis sempat pecah kala raga ingin sekali mematahkan ruang dan waktu. Hingga akhirnya saling bertemu.
Allah sangat kuasa membolak-balikkan hati, perasaan seseorang. Pagi hari ku rasakan kehampaan, siang kejengkelan, sore tangis pecah, dan bahagia kemudian ditutup dengan penyesalan. Entah apa yang terjadi.. hanya ingin berkhusnudzan padaNya. Allah mungkin sedang meguji perasaanku yang sedang pasang surut akhir-akhir ini.
Jelas tertampar tadi, sesaat setelah bahagia menerima telepon dari adek-adek KKN. Rasa menyesalku hadir ketika ketidakpedulianku dan rasa acuhku muncul pada seorang Bapak yang berkeliling hanya berniat untuk mencari sesuap nasi. Bukan peminta-minta mereka. Hanya kerja yang Beliau lakukan membuatku takut. Dan akhirnya Beliau tau apa yang aku rasakan hingga mendekatiku sejenak dan mengatakan pernyataan yang membuatku tersentak. Menyesal aku memperlakukannya seperti ini. Padahal niatan Beliau jelas bukan untuk menakut-nakuti orang namun hanya sekedar menghibur.  :’( Ingin sekali aku minta maaf terhadap Beliau. Namun saat itu keangkuhanku melebihi kata hatiku. Dalam perjalanan pulang, ku niatkan dalam hati esok jika ku temui persoalan seperti ini lagi, akan ku hadapi dengan tenang dan tidak mengacuhkan bahkan sampai menyakiti perasaan. Astaghfirullah.. Bismillah, bi idznillah bisa. insyaAllah..
Yaa Muqollibal Quluub Tsabbit Qalbii ‘Alaa Diinik
“Ya Alah Yang Maha Membolak-balikkan Hati Hamba.. Tetapkan hati  ini pada AgamaMu”
Maka, jika merasakan segala sesuatu janganlah secara berlebihan. Jangan berlebihan saat bersedih begitupun saat bahagia. Karena kita tidak tahu kapan perasaan itu akan dihilangkan dan diganti dengan penyesalan..


Alhamdulillah..
Wassalamu’alaikum… :)



Read More..

Minggu, 15 Mei 2016

Perjumpaan dengan Kawan Unicef ^^

Bismillah..
Assalamu’alaikum…
Lama ya kawan, kita tak bersua. Kemanakah aku selama ini? Mungkin terlalu sibuk dengan hingar bingar tugas akhir yang menjemukkan. Sekarang tiba fasenya untuk berjuang kembali. Menjadi pejuang tugas akhir tiada henti sampai kata ‘lulus’ itu sampai pada diriku. Hah.. beginilah hidup. Untuk mencapai ‘kelulusan’ atas sesuatu memang tidak mudah. Ada kobar-kobar perjuangan yang dipertaruhkan. Antara fikir, fisik dan hati. Semuanya tak akan mengkhianati usaha yang telah dikerahkan. Pun hasilnya nanti.. 

Hhm.. cukup dulu bicara tentang tugas akhir. Sekarang, temaku menulis hari ini adalah ingin berbagi kebahagiaan kepadamu.. :) just read yaa..

Kurang lebih satu minggu kemarin, Sabtu, 7 Mei 2016 aku dipertemukan kembali dengan kawan yang lama tak bersua. Kawan-kawan satu SMA yang membersamaiku menemukan apa arti kepedulian dan perhatian. Telah lama rindu ini bersemai hingga akhirnya gugur menjadi tawa kebersamaan saat melihat wajah-wajah mereka ada didepan mata. Tawa dan bertukar cerita bersama. Walau yang ikut hanya 8 dari 32 personel. Hehe.. namun tak jadi masalah yang besar. Kita sama-sama merindu namun waktu yang belum mengizinkan. Biarlah rindu itu semakin tinggi.. hingga ketika tiba saatnya nanti jumpa itu ada didepan mata, maka bisa kau curahkan sebesar-besar rasa rindu yang ada.

Benar-benar pertemuan yang mengesankan. Walau terbilang sebentar (menurutku) namun cukuplah Sabtuku berjalan dengan indah. Awalnya kita berjalan-jalan di hutan mangrove yang masih terbilang kawasan wisata baru di kota Rembang ini. Ada rasa bersalah sebenarnya pada teman-teman. Waktu yang ku pilih mungkin kurang tepat jadi semuanya merasakan panas yang luar biasa saat berkeliling di hutan mangrove. Maaf kawan.. namun tak ada niatku untuk seperti ini. Akhirnya kita tetap berteman dengan matahari hingga rasa panas itu mencair bersama canda dan tawa. Kita menyempatkan untuk foto bersama (ini session yang yang ku suka :D)  sebelum duduk merapat mencurahkan kata rindu yang ada di benak masing-masing. Namun tetap saja ada pemandu yang setia memandu jalannya obrolan ini. Teman yang tak bisa untuk diam (mungkin diamnya hanya saat tidur saja). Hehe… but love you


Setelah berjalan-jalan di hutan mangrove saatnya mengisi perut. Sebelumnya kita menyempatkan untuk dhuhur dulu di Masjid Agung Rembang. Sesampainya di sana, ingatanku berlari pada waktu +- 5 tahun yang lalu. Masjid ini selalu menjadi persinggahan bahkan setiap hari sepulang sekolah saat SMA. Tempatku menemuiNya dan mencurahkan semua isi hati yang dirasakan. Tentang sekolah, mata pelajaran, teman, maupun tentangnya. Aah di tempat ini pula pertemuan kala itu hadir antara aku dan dia. Mungkin itu adalah pertemuan yang salah. Alhasil satpam menegur kita. Padahal hanya menyerahkan beberapa buku yang ingin dipinjamya. Haha.. entahlah.. itulah kenangan. Sebagai penegur masa yang akan datang. Benar bukan? Yang mungkin tak akan ku ulangi lagi. Hehe.. apakah dia masih mengingatnya?

Hhm.. lanjut yaa.. setelah sholat kita mampir ke kedai “Its Milk”. Hhm.. tak banyak obrolan namun waktu yang lama karena menunggu pesenan salah satu temen, menjadi waktu tersendiriku untuk memperhatikan tawa-tawa teman. Melihat wajah masing-masing yang ku tahu ada rasa bahagia dan harap-harap cemas. Bahagia karena ada sedikit rindu yang terbalaskan dan cemas menuju proses kelulusan. Dalam hati andaikan bisa, kan kubawa wajah-wajah itu dalam membersamaiku selalu. Agar rindu itu bisa menepi.. andaikan bisa. Walau begitu aku tetap bahagia dan bersyukur bisa bertemu dengan mereka. Sulit kuungkapkan dengan kata-kata memang.. namun tak bisa ku sembunyikan dari wajahku ini (kelihatan kan? *smile*) :P.


Hhmm.. itulah perjumpaan singkat.. Dari semua kebahagiaan pada Sabtuku itu, entah mengapa masih ada sedikit rindu yang terselip yang belum bisa teruraikan. Mata kita sempat memandang namun kata tak juga muncul untuk meluluhkan. Mungkin aku dan dia yang terlalu terbunuh oleh rindu hingga mati kaku olehnya. Biarlah..

Sangat berharap perjumpaan demi perjumpaan kan selalu ada teman :) semoga kita kan dipertemukan kembali olehNya pada waktu dan kesempatan terbaikNya.. aamiin

*Salam

Wassalamu’alaikum..
Read More..

Jumat, 26 Desember 2014

..SMA

Assalamu’alaikum.. ^^
Ahh~ lama sekali tidak bersua.. Lama rasanya jentik jariku tak menari menuliskan kata untukmu. Apalagi melihatmu? Apalagi berbicara dengan mu? :D hahaa (bicara apa..?). Sungguh lama rasanya berkutat dengan dunia nyata. Sungguh dunia yang sangat menyibukkan. Atau hanya menyibukkan diri? Oke, lupakan sejenak.
Lupakan atmosfer perkuliahan. Lupakan tugas-tugas yang menjemukkan.. lupakan amanah-amanah.. Bukan untuk selamanya.. izinkan hanya untuk malam ini saja, tidak! hanya untuk beberapa jam ke depan.. :)

Sejalan waktu yang terus berjalan, aku ingin menumpahkan semua kepenatan ini. Sejenak aku ingin menari dalam dunia maya. Menghibur diri dengan untaian kata sendiri. Aah, siapa pula yang akan membaca? :) just be confidence, Here I’am..

Aku ingin menyelam dalam kenangan.. tiba-tiba memoriku kembali pada tahun +-4 tahun silam. Entah apa yang membuatku memutar memori ini. Sejatinya kurasakan gelora yang mendalam, mungkin atas nama ‘kerinduan’. Ya, mungkin seperti itu.

Aku rindu masa putih abu-abu. Aku rindu masa-masa belajar bersama kalian. Aku rindu melihat tawa bahagia bersama, sedih bersama, dan tentu berbagi cerita bersama. Aku rindu saat-saat asmara mewarnai cerita kelas kita. Asmara yang tidak menentu dan cukup menjadi warna yang seperti itu. Entah siapa yang memulai, namun itulah indah jalan SMA yang kita rangkai bersama.

Mungkin benar kata orang, masa SMA adalah masa yang paling mengesankan yang akan kalian rasakan. Dan, aku? Akupun merasakannya sendiri. Masa SMA adalah masa yang merindukan bagiku. Masaku memulai menemukan prinsip diri, masaku memahami arti belajar, masaku memaknai hasil belajar dan masaku merasakan apa arti jatuh saat prestasi tak kunjung naik namun turun tajam dan curam. Memang menyakitkan, namun aku jadi tahu betapa penting arti belajar dan penyesalan adalah penyadar yang baik untuk semua yang aku alami.

Masa SMA tak lepas dari masaku dan masamu. Masa di mana kau merangkai cerita indah untukku. Masa di mana aku merasa bahagia dengan segenap sajakmu itu. Aku harus mengatakan, bahwa kau merindukan itu semua. Terkesan melankolis ya? Namun, inilah aku.

~Rembang.. aku merindukan masa-masa itu. Sejatinya memang harus aku tuliskan atau aku teriakkan padamu? Bahwa aku rindu mejalani masa putih abu-abu. Aku ingin mengulang walau sedetik saja~ andai..

Haaa!! Sudah cukup terharu-biru melihat ke belakang, mungkin tulisan di atas sudah mewakili apa yang aku rasa. Ya, aku rindu. Kini, saatnya menatap masa yang sekarang. Masa yang akan menuntun untuk mencapai kebahagiaan yang nyata. Masa penentu akankah berhasil ataukah tertolakkan. Tentunya ini tentang aku dan kamu? :) semoga semuanya kan indah pada waktunya~ dengan segenap juang dan do’a.
haha.. berhasil juga mencurahkan “kegalauan” ini. Tenang, ini hanya sejenak. Tentu kan berakhir saat aku fix ngepos nih postingan :) stop be galauer!! Tengok tugas-tugas, ujian-ujian sudah menunggu untuk diselesaikan :D perkuliahan belum selesai, girl!.
Inilah kenyataan yang sebenarnya. Kewajibanku adalah melalui ini semua dan menunggu hasil yang akan aku dapatkan. Semangat itu harus agar memacu langkah padu. Satukan hati, satukan fikir, dan.. satukan iman. Ya Muqollibal Qullub Tsabit Qolbi ‘alaa Dinik, ‘ala Dakwatik, ‘ala To’atik.. aamiin Ya Robbal ‘aalamiin…

Wassalamu’allaikum… ^^
Read More..

Jumat, 12 September 2014

Makkah..

Assalamu’alaikum..
Malam.. apa kabar kau petang ini? Sudah mulaikah menyelam dalam alam mimpi?? Apakah mereka di kota pantai sana sudah bergelut dengan selimut ??  apakah kantukmu sudah mulai menyerang? Ato.. apakah sekarang kau masih menyala? Mungkin.. kurasa belum.. seperti aku yang masih bercengkrama dengan suasana malam. Terang namun hatiku petang..
Otakku masih berputar, bergelut dengan rindu yang menerpa. Fikir ini tak bisa hilang dari ingatanku.. dia akan pergi.. dan mungkin akan semakin memberiku rindu yang semakin lama. Abi..
Aku sendiri.. memikirkan rumah di sana yang sedang ramai. Semua sedang menemani abi yang akan pergi. Dan.. aku? Masih saja berkutat di kota ini. Aku ingin pulang.. aku ingin mengantarkan abi di rumah. Walau sebenarnya pun aku bisa menemuinya di Asrama Haji sana.. besok tepatnya. Namun, entah bagaimana ini terlalu menyesakkan? Bagaimana tidak? Hanya aku yang tidak hadir di rumah saat kepergian Abi. Aku.. ingin mengantarkan abi, bersalaman, peluk dan sayang..  Ah..
Entah, dunia ini memang terlalu kejam. Terkadang kita disuruh memilih 2 pilihan yang sama2 penting. Jikalau tidak berhati2 memilih, tentu akan beresiko terhadap yang lainnya. Pun di sini aku sama. Aku memilih untuk tetap di sini, di kota The Spirit of Java. Alhasil, tak bisa melihat mereka.. saudara-saudara yang memperjuangkan pulang untuk mengantarkan Abi pergi. Semua berkumpul, hanya tanpa aku. :(
Apa yang bisa aku lakukan? Hanya sanggup membayangkan. Bagaimana keadaan rumah saat ini? Bagaimana orang2 di sana? Bagaimana semuanya? Akankah semuanya berjalan dengan baik? Semoga.. ALLAH SWT selalu memberikan jalan kemudahan untuk Abi dan jama’ah yang lain.. amin
Aku hanya bisa berdo’a dari sini dan memberikan salam sayang yang hanya bisa ku tulis lewat pesan telepon. Berharap abi akan selalu dalam keadaan baik, dimudahkan dan dilancarkan semua aktivitasnya. Sampaikan oleh-oleh kepadaku Abi, haji mabrur. Amin
Bagaimana kondisimu saat ini Abi? Apakah diselimuti perasaan rindu? Meninggalkan orang2 terkasih untuk memimpin jama’ahmu? Apakah kau sisipkan rasa tenang dalam hatimu, Abi? Apakah kau bawa sabar bersamamu, Abi? Aku harap semua rasa baik siap menemani Abi pergi ke Makkah. Menjalankan ibadah suci ini. Kuharap semuanya selalu diperlancar.. amin,
Selalu do’a Abi.. aku pasti akan mendo’akan Abi. selalu harus setiap saat.. hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membersamaimu di sana. Kuharap do’a kan menyatukan kita. Tak peduli seberapa jauh jarak yang kita miliki..

Abi selalu baik ya..
Aku pasti dan selalu merindukan Abi..
Aku bangga dengan Abi..
-Izza sayang Abi-

Wassalamu’alaikum… :)
Read More..

Rabu, 13 Agustus 2014

..ayam-ayam itu

Assalamu’alaikum..

Kau tahu? Orang-orang sering merasakan rindu. Entah kepada siapa mereka merindu semua kata ataupun laku bisa tertuang untuk meluapkannya. Walaupun sejatinya memang bisa meredakan rindu tersebut atau malah bisa jadi tak terbalaskan? di sini pun aku sama. Aku sedang merindukan mereka.. binatang peliharaan di rumah yang tak disangka mampu mencipta rindu pada diriku.

Aku punya binatang peliharaan 3 di rumah. Kucing, ikan dan ayam. Sebenarnya ada 1 lagi yaitu kelinci. Namun dia sudah lama pergi dan lebih terpikat pada tempat tetangga yang mungkin dirasa lebih nyaman. Akupun tak begitu mempermasalahkannya. Dimanapun dia berada asal dia bisa survive, it’s oke. Pasangannya telah lama mati jadi mungkin dia merasa kesepian di rumah tak ada teman sejenisnya. Alhasil, dia pergi ke tempat tetangga yang memiliki kelinci juga. Semoga kau menemukan jodohmu di sana nak.. :)

Eh.. ganti ya.. tentang ikan. Ikan ini yang memelihara adikku. Entah apa jenisnya aku tidak tahu pasti. Ikan balon atau apa itu yang jelas awalnya adikku sangat bersemangat memeliharanya. Tetapi 1-2 minggu kemudian tempat ikannya menjadi tak terawat. Entah karena males membersihkan atau apa. Yang jelas aku kasihan melihat ikan-ikan itu tertelantarkan. Hhmm.. dek, benahi yang benar ya. Semangat! Kemudian ada ikan lagi, yaitu lele. Ikan lele ini sebenarnya diternakkan dan dimasak kalau sudah panen. Namun lama kelamaan juga menjadi tak terawat kolamnya. Malah rawan dipakai sarang nyamuk. Oh no, nyamuk! Itu adalah musuk bebuyutanku >,<. Alhasil, kolam nya pun dikosongkan dan lele-lele yang masih bertahan hidup diganti ke tempat lain. Nantinya pasti juga akan dimasak dan masuk perut, hhmm.. tentunya lezat :)

Lanjut.. tentang ayam-ayamku di rumah. Ayam-ayam ini lebih tepatnya adalah hewan peliharaan abi umi. Namun, jika aku di rumah pasti aku yang disuruh untuk memberi makan ayam-ayam tersebut. Teratur setiap pagi. Akupun dengan senang hati melakukannya. Banyak ilmu yang aku dapati selagi aku mengurus hewan unggas yang satu ini. Ada cerita romantisme anak dan ibu juga.. dan ada cerita lain yang lebih menarik tentunya..

Setiap pagi hampir selalu aku mengamati ayam-ayam ini. Entah dari caranya makan, cara mereka minum, cara mereka menghangatkan badan, cara mereka mencari makan, bahkan sampai mereka tidur. Aku suka mengamatinya. Mereka makhluk Allah SWT bukan? sudah selayaknya kita lakukan dengan sebaiknya. Walaupun aku tidak mengerti bahasa mereka, namun aku selalu mencoba memperlakukannya yang terbaik.

Ini yang membuat aku rindu :(, sekarang aku tidak bisa memberi makan mereka karena jarak yang memisahkan. Aku rindu saat mereka dengan semangat mengeroyokku saat aku keluar membawa makanan untuk mereka. Aku rindu saat mereka naik ke atas kepalaku karena dinakali oleh ayam-ayam lain yang mungkin masih saudaranya. Aku rindu melihat ibu ayam menghangatkan anak-anaknya setelah makan dalam jepitan sayapnya. Aku rindu melihat keharmonisan itu. Sederhana mungkin, namun bagiku sangat bermakna.

Aku selalu membandingkan tingkah laku ayam-ayam ini pada kehidupan kita sebagai manusia. Bagaimana tidak? Saat mencari makan, Ibu ayam tidak pernah meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil. Dia bahkan selalu memberikan kode dengan “menggerutruk” untuk memberi tahu anak-anaknya kalau ada makanan. Lucu juga sih, saat anak-anaknya saling berebut makan di mulut ibunya. Hmm.. benar-benar tontonan yang tak menjemukan bagiku.

Sering tidak kita sadari bahwa Ibu ayam itu bisa sangat peka tentang anak-anaknya. Saat ada anak ayam tersesat dan menciat-ciat meminta tolong dan mencari-cari ibunya, ibu ayam dengan sigap berkokok kencang untuk untuk membalas teriakan anaknya selayaknya berkata “aku ada di sini nak.. jangan khawatir.. Ibu tak akan meninggalkanmu dan jangan pergi jauh2 ya. Tetap di sini bersama Ibu..”. Ibu ayam juga tak sungkan berkokok keras untuk memberi tahu tuannya dan meminta tolongkan anak kesayangannya ketika terjebak dan tidak bisa keluar sendiri dari jebakan itu. Aku sangat ingat kejadian2 itu.. kejadian yang selalu membuat aku merenung. Hewan aja yang tidak berakal bisa seperti ini, masa manusia yang dikarunia Allah SWT kesempurnaan karena mempunyai akal tidak bisa? Pasti akan lebih baik bukan? bunda kita.. orang tua kita akan dengan sabar membesarkan dan mendidik kita. Kasih sayangnya tidak akan tergantikan. Kasihnya sepanjang masa.. :)

Aku sedih saat ayam-ayam kecil tak berdaya karena kalah terpatuk oleh ayam-ayam lain. Terkadang Ibu ayam juga bisa menginjak anak-anaknya sendiri. Aku yakin Ibu ayam tersebut tak sengaja melakukannya. Namun, disisi lain Ibu ayam juga bisa memakan telurnya sendiri. Entah karena alasan apa Ibu ayam tersebut melakukannya. aku sedih jika melihat fenomena tersebut.

Anak ayam yang masih kecil yang berumur sekitar satu minggu sangat rentan untuk bisa survive. Pernah saat itu, kudapati ayam kecilku dalam keadaan sakaratul maut. Aku berusaha memberikan makanan padanya dan minuman. Namun nihil. Dia tetap diam dan terkadang tersedak. Aku tak tahan melihatnya :( dan akupun menaruhnya dalam sangkar kecil. Tak lama dari itu, kudapati dia telah tiada :(

Aku sayang mereka semua.. ayam-ayamku yang lucu. Walau terkadang kebersamaan aku dan mereka berakhir dengan penyembelihan mereka :( aku menyayangi mereka semua. Sampai suatu saat aku tak tega memakanmu walau sudah menjadi opor ayam :(
Hmm.. ayam.. semoga kau selalu dalam keadaan baik di rumah sana dan bisa survive sampai kau besar. Amin

Next, hewan peliharaan terakhirku adalah kucing. Adikku sering memanggilnya dengan sapaan “Apiin..”. Mungkin efek dari nonton Upin Ipin juga. Hehe.. adikku sangat sayang pada kucing tersebut. Akupun sama. Namun, terkadang sayang adik padanya membuatku jengkel karena adikku menyayanginya dengan berlebihan. Hmm.. terkadang aku marah hanya karena dia suka menggondong kucing tersebut. Aku tidak suka saat bulu-bulunya nempel di bajunya makanya aku sering menegasinya untuk jangan menggendong2nya. Apalagi menciuminya.. oh no!

Kucing ini sudah lama tinggal di rumah.. semoga tahan di rumah selamanya karena dia juga jantan. Jadi tak ada masalah untuk memeliharanya terus. Tak akan beranak yang akan membuat orang tua jengkel dan kalau terjadi mungkin akan dibuang :(..  sedih jika membayangkan dan mengetahui adegan seperti ini..


Hhmm.. I think enough yaa.. kali ini yang sangat membuatku rindu adalah ayam-ayam itu.. mereka yang membuat aku lebih memahami hidup dan mengajariku tentang makna kehidupan. Mereka makhluk bernyawa yang seharusnya kita perlakukan dengan layak.. tanpa siksa tentunya. Ingat, karena semua perlakuan yang kita berikan padanya akan dipertanggungjawabkan kelak.
Akhirnya, ku tahu ilmu itu sederhana, ya kan? pengetahuan bisa diperoleh dari manapun. Dari hal-hal terkecil sampai yang terbesar. Dari hal-hal sederhana yang sulit dijangkau mata kepala namun mata hati bisa merasakannya. Kita bisa mengambil ilmu tersebut dari manapun.. kapanpun dan pada siapapun.. sederhana bukan?
Hanya respek yang baik yang perlu kita siapkan untuk menjemput ilmu itu. Ilmu yang akan mewarnai kehidupan kita lebih bercahaya. Serta jangan lupa siapkan mata hatimu yang siap menerima apapun, dari mana dan dari siapapun. Satukan hati dan langkah untuk meraih ilmu yang kita inginkan.. :)
Semangat!! ^^

Wassalamu’alaikum..

Read More..

..Tulang rusuk tak akan pernah tertukar

Assalamu’alaikum..
Hai :) .. siapapun yang membaca tulisan ini terimakasih atas waktu luang yang disempatkan untuk membaca tulisan saya. Kali ini saya ingin menceritakan kisah hhmm mungkin lebih ke cerita romans seseorang. Aku sangat kenal orang itu. Dia baik, manis dan mungkin sangat perasa orangnya. Ini ceritanya..
*(..ini saya memakai “aku” sebagai tokoh teman saya. Tujuannya agar lebih enak dibaca dan cepat nyerap di hati. Hehe, cerita ini ditujukan kepada teman dekat teman saya..)
Bismillah..
Bagaimana kabar alam pagi ini? siang nanti? Sore.. dan malam? Aku harap semua baik. Selalu mengucap tasbih kepadaNya. Kuharap mentari juga selalu bersinar menemani pagi dan siang.. serta malam kuharap tak selalu menutupi rembulan.. ya.. rembulan yang selalu ku harap kedatangnnya. Entah siapa yang mengenalkan aku pada rembulan, sampai aku terpikat pada indah sinarnya dan menarik bentuknya..
Dia, mungkin yang mengenalkan aku pada sang rembulan. Dia yang sederhana yang mengajariku sajak tentang simpati. Aku tak berani menafsirkan “simpati” ini. Sekedar biasa, suka ataukah cinta? Aku sungguh tak berani menafsirkannya..
“Dimanapun kau berada.. ku harap kau selalu dalam keadaan baik..” itulah do’a yang selalu kupanjatkan padaNya untukmu.. dan semoga “imanmu padaNya selalu meningkat dari waktu ke waktu”. Ku harap kau pun sekarang dalam keadaan baik. Tidak seperti aku yang kemarin sempat dilanda rindu..  rindu ini sederhana ternyata, saat kau hadir dan tiba-tiba menghilang, saat setiap laku, lesan atau katamu kurasa berbeda, saat kau tiada menghubungiku untuk sekadar bertanya “bagaimana kabarmu?” saat itulah rindu itu hadir. Sebenarnya, aku mungkin yang terlalu merasakan dan mengharap kehadiranmu. Dan akhirnya aku tahu ini salah. Benar kan, teman?
Tak sepantasnya hubungan ini dilanjutkan tanpa ada kepastian. Aku tidak tahu kau menganggap hubungan ini seperti apa? Dan akupun jujur tidak tahu. Hanya suka, rindu, sedih, sesak dan senang yang kerap hadir dan menghilang yang mewarnai hubungan kita. Kau tahu?? kita telah lama memendam rasa. Aku tahu kau merasakannya. Dan akupun sama. Namun, aku bangga padamu yang tak pernah menodai rasa ini. Selalu menjaga sebisamu menjaga. Dan sekarang, aku ragu akankah penjagaanmu akan berakhir?
Kau berubah. Aku tidak tahu kenapa? Dan kau membiarkan aku bertanya-tanya. Aku mencoba diam dan memendam agar tidak terjadi banyak fitnah dan dosa. Lumayan lama sesak karena diam ini kurasa. Aku mencoba melihat ke dunia maya tempat di mana kita pernah bercengkrama. Setiap waktu ku buka dengan rasa cemas, namun kau tak muncul juga. Nihil. Kau pun tak hadir. Sampai akhirnya kutemui sajakmu.. mungkin sajak mu itu jawabanya. Iya bukan? Aku hanya mengira-ngira. Kau tahu, kita hanya pandai bersajak ria, namun sejatinya pemahaman sajak kita tidak kita ketahui satu sama lain. Sungguh, baru ku sadar, pemahaman kita berbeda.
Aku kagum akan sajakmu. Entah kau tujukan siapa, namun aku merasa. Aku di sini pun diam tidak berani bertanya. Aku tak henti-hentinya mencoba menafsirkan sajak yang kau tulis. Entah apa sebenarnya arti itu? Namun, aku memiliki arti yang cantik dan manis. Dan kuharap.. arti itupun sama dengan apa yang kau maksud.
Kau mungkin jenuh dengan hubungan kita. Lama namun tak pasti apa akhir dari hubungan ini. Kau merasa jemu mungkin memikirkan aku padahal aku bukan siapa-siapa kamu. Mungkin hanya sebatas teman ‘dekat’ yang tak tahu ujung kedekatan ini. Kau mungkin lelah dengan apa yang kita lakukan, terkadang ada masalah dan jadi bahan fikiran, terkadang ada perbedaan pendapat yang tak jelas dan lain sebagainya. Mungkin ini akan menghambatmu untuk meraih citamu. Ya kan?
Tenang, aku merasakan sama kog.. namun di sini aku perempuan. Yang kata orang perempuan itu hanya mengandalkan perasaan. Dan benar, aku memang merasakan itu. Kemarin sempat aku selalu memikirkan kamu. Setiap waktu kefikiran akanmu, dan selalu bertanya-bertanya, ada apa ini sebenanarnya? Dan sungguh aku sesak saat itu..
Woles.. hehe sekarang aku telah disembuhkan oleh waktu. Walau tidak seberapa sembuh, namun ku tahu aku bisa bertahan.  Dan melanjutkan hidupku tentunya. Tidak akan selalu memikirkan kamu. Aku sangat ingin membahagiakan orang tua di rumah yang selalu mendo’akan dan mengharapkanku. Tak ada yang melebihi kasih sayang dan perhatiannya, maka tak sepantutnya juga kan, kalau aku lebih memikirkan kamu daripada memikirkan orang tua di rumah?? Kau pun seharusnya sama..
Aku di sini dan kau di sana memiliki cita yang berbeda. Aku tahu kau tidak akan melepaskan mimpimu hanya karena seseorang yang tidak jelas siapa itu. Kaupun tak akan membiarkan hal itu menghalangimu, bukan? Kau temanku yang pintar, aku bangga bisa dekat denganmu. Bisa berbagi denganmu dan tersenyum bersama. Namun hal ini tidak boleh menghambat mimpi-mimpi kita, bukan? Lihatlah, perjalanan di depan masih panjang.. tidak sepatutnya melihat terus ke belakang untuk memperoleh kemajuan. Aku sangat ingat nasihat yang kau berikan. Kau berkata “tetaplah semangat menapaki hidupmu.. aku yakin kau mampu meraih mimpi-mimpimu..” aku akan membuktikan perkataanmu teman.. kaupun sama, kau harus lebih berhasil meraih citamu daripada aku karena aku lebih suka dan berharap kau selalu jauh lebih baik daripada aku. Semoga Allah SWT memudahkan dan menjagamu.
Sekarang, lebih baik kita fokus dengan urusan kita masing-masing. Kau mencari ilmu nan jauh di kota timur sana dan aku masih di kota tengah ini, kota the sprit of Java tentunya. Semoga semangatku dan semangatmu juga tak akan pudar. Sampai suatu saat kita mampu menunjukkan impian yang telah kita capai dengan senyum bahagia..
Dan sederhana saja, sesungguhnya tulang rusuk tak akan pernah tertukar. Aku yakin kau mampu memahaminya. Perbaiki diri kita terlebih dahulu karena jodoh kita adalah cermin dari diri kita. Dan.. “Sejauh apapun kita terpisah oleh jarak sedekat itu pula do’a kan menyertainya dan menyatukannya..” Salam senyum semangat selalu!!
Pesanku padamu, ketika dirimu sedang lelah dan bersedih (read:galau) karena seseorang, kembalikan semuanya kepada Allah SWT. Karena Dia adalah satu-satunya dzat yang mampu membolak balikkan hatimu. Semoga sekeras apapun hatimu dibolak-balikan tak akan menjauhkan dirimu kepada agama Islam ini. Jalankan selalu syari’atNya dan patuhi sunnah RosulNya. Semangat selalu kawan.
Begaimana the reader?? Adakah pesan yang kau tangkap dari cerita sederhana ini? Tentunya ada bukan? Setidaknya ada 1 kata yang semoga selalu melekat pada kita dan khususnya pada pembaca.. “SEMANGAT”, hehe.. 

Jalan kita masih panjang, seperti kata tokoh cerita tersebut. Raih apa yang kita impikan dan cari ilmu sebanyak mungkin. Gunakan hasil kita sebagai bekal kelak untuk pasangan hidup kita yang semoga dia yang pertama dan yang terakhir sertayang paling baik dari sekian yang terbaik tentunya. Hehe amin.. :)
Masih banyak hal dalam diri kita yang harus dibenahi, bukan? Yuuk semangat memerbaiki diri. Jangan mengharapkan pasangan atau jodoh yang lebih, lebih dan lebih jika diri kita seperti ini saja, oke? fine, bukan? Sederhana sebenarnya.. Allah SWT juga sudah menekankan dalam Al-Qur’an bahwa ..”orang yang baik hanya untuk yang baik dan yang buruk hanya untuk mereka yang buruk..” semua kan indah pada waktunya.. waktu adalah jawaban yang terbaik atas kegundahan hati kita, maka persiapkan diri kita sebaik mungkin untuk menjemput jodoh yang  kita idam-idamkan..
Semangat, kawan!! :)

 -semoga bermanfaat- -fastabiqul khoirat..-

Wassalamu’alaikum..

Read More..

Sabtu, 02 Agustus 2014

dear angin..

Dear Angin..
Aku lelah angin.. fikirku akanmu kapan akan menemui ujung? Aku di sini tersekat oleh rindu yang kau cipta. Aku tertahan oleh tanya dalam hati.. tolong, datanglah sebentar..sejukkan aku walau sesaat dan bicaralah…
Apa kabar kau angin? Apa kau baik dengan segala kebaikanmu? Maafkan aku yang selama ini  kurang memahami mu.. aku ingin mencoba namun aku terbata-bata dalam mengeja lakumu.. bantu aku..
Aku ingin bertemu sebentar dan menyapamu.. apakah kau dalam keadaan baik? Tidak sepertiku ini yang dilanda cemas dan tanya. Aku khawatir memendam salah padamu. Aku ingin segera tahu.. apa arti diriku padamu?
Apakah aku hanya debu kusam tanpa manfaat? Ataukah aku embun yang menemanimu dalam sejuk pagi? Aku takut akan menjadi beban hidupmu.
Angin.. andai kau tau rindu ini akan selalu ku genggam.. entah sampai kapan? Mungkin saat kau kembali dengan senyuman..
Rasanya banyak beban hati ini yang harus diungkapkan. Banyak yang menyesakkan di sini.. ya.. di fikiranku, angin.. setiap hari aku selalu ingat akan kesejukanmu. Di sela-sela tertawaku fikirku tak bias lepas akan bayanganmu. Aku terjerat angin.. aku terjerat oleh rindu yang kau sisakan untukku..
Aku berharap kau punya arti yang sempurna. Untuk membalas rindu ini padamu. Sejatinya apapun itu ungkapkanlah dan bicaralah denganku.. di sini.. di ruang rindu terdalam aku merindukan kesejukanmu..


Read More..