Rabu, 04 Februari 2015

...Takut Kehilanganmu

Assalamu’alaikum..

Hay.. semoga selalu dalam keadaan baik ya.. hm, apa yang sedang kau fikirkan? Dan taukah apa yang sedang ku fikirkan? Terkadang fikiran ini membuatku takut setengah mati. Membuatku lebih seksama melihatnya lebih lama. Menatap mata-mata yang kian redup itu.. memandang raut wajah yang semakin kerut.. dan langkah gontai yang kerap kali ditimbulkannya..

Tiba-tiba, aku merasakan takut kehilangan :’(, mereka.. 2 malaikat yang hadir dalam hidupku. Malaikat penyejuk hatiku.. pelipur laraku.. pencipta senyumku… aku takut kehilangan..
Allah, diri ini belum sepenuhnya bisa membahagiakan mereka. Tolong jagakan lebih lama untuk hambaMu yang lemah akan iman ini ya Allah.. diri ini hanya kuat dalam pengharapan. Izza berharap bisa melihatnya lebih lama.. lama.. dan selamanya..

Apa yang sudah Izza berikan selama ini? Prestasi? Balas budi apa?? :’( Izza hanya berharap bisa menjadi anak sholihah untukmu.. abi, umi T.T

Izinkan Izza membahagiakan abi umi sampai akhir hayat Izza :(
Izinkan Izza untuk melihat abi umi bahagia..

Allah.. Izza mohon jaga selalu abi umi..
Mudahkan segala urusannya..
Lindungi abi umi dari segala marabahaya..
Cabut segala penyakit yang mendera..
Biarkan sehat selalu bersamanya..
Izza ingin abi umi bahagia selamanya..
Dengan canda tawa indah mereka..
:)
Bismillah.. ALLAH, Engkaulah Yang Maha Besar…
Izinkan Abi-Umi masuk dalam jannahMu yang paling Mulia..
Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin..

Izza sayang Abi-Umi selalu :)

Wassalamu’alaikum…

Read More..

Sabtu, 31 Januari 2015

Momen Indah di Rumah.. ^^

Assalamu’alaikum… :)

 

Akhir dari bulan Awal sudah datang :) lama rasanya jentik jari ini tak mengetikkan nuansa hati yang bergejolak. Alhasil seperti ini ni.. semua rasa menumpuk jadi satu di sini (nunjuk hati). Hhah.. ternyata sudah berjalan 2 Minggu liburan semester 6 ini. Tak terasa waktu sangat cepat berjalan. Terus melaju dan tak akan menunggu kita. Duh.. rasanya kurang produktif banget liburan ini. Tapi, sebenarnya sudah ada beberapa target yang sudah aku tulis untuk mengisi liburan kali ini.. semoga tercapai semua yaa.. amin deh, :)

Hhm.. liburan emang paling enak kalau di rumah. Berkumpul bersama keluarga. Memang pada dasarnya hati ini selalu merasa terikat pada mereka :* Abi, Umi, dan cik Uma. Walaupun tak berkumpul semua (mas dan mbak terpisah di ujung barat dan timur sana) namun selalu indah rasanya jika diri ini selalu di rumah. Memang tepat jika ada yang bilang bahwa Rumahku adalah Surgaku. Rumah ini adalah surga duniaku yang sangat indah. Bersama mereka ku cipta warna bahagia yang sempurna. Betapa banyak tawa dan canda selalu mewarnai hari-hari liburanku bersama mereka.

Ingin sekali aku menuturkan rasa bahagia ini bersama mereka. Setidaknya aku bisa membagi kebahagiaan ini sedikit kepadamu. Karena ini adalah masalah hati. Dan rasa dalam hati hanya bisa sempurna jika hati saling didekatkan satu sama lain. Saling terikat dan saling memahami satu sama lain :) oke, let’s read..

Rutinitas di rumah, awal hari selalu aku disapa oleh suara abi dan umi. Salah satu dari mereka selalu membangunkanku untuk tergerak bangun dan menunaikan sholat shubuh. Seperti sudah berjanjian, abi dan umi selalu tak absen untuk membangunkan aku :). Jika umi tidak membangunkan pasti abi yang akan hadir untuk menggantikan. Mereka adalah alasan awal pembuka cerah hariku :). Hhehe.. Ehya, abi hampir tak pernah absen untuk menunaikan sholat di masjid lho, kapanpun dan dimanapun. Abi selalu mengajak anak-anaknya untuk pergi ke masjid. Alhamdulillah sekali, aku bangga memiliki sosok Ayah seperti abi. Kelak semoga menular kepada calon pasangan hidupku (amin3x). :)

Setelah menunaikan sholat Shubuh, kegiatanku selanjutya adalah membantu Umi di dapur. Entah memasak ataupun mencuci piring. Umi adalah sosok Ibu yang selalu menjadi dambaan hatiku. Umi selalu menyiapkan apapun untuk keluarga. Setiap pagi selalu memasakkan sarapan lengkap. Sebelum jam setengah 6 pagi, pasti sarapan sudah tersedia di atas meja makan. Benar-benar Umi is the best Mother in the world. Aku sangat bersyukur memiliki Ibu sesholehah Umi :). Kelak semoga aku akan seperti itu (amin3x) :).

Abi-Umi berprofesi sebagai PNS, jadi selalu pergi pagi dan begitupula cik Uma, adekku yang masih duduk di bangku SD kelas 5.  Sebelum jam 7 pasti serentak sudah meninggalkan aku di rumah sendiri. Huhuu.. Kegiatan selajutnya adalah sarapan bersama always sekitar jam setengah 6. Sarapan bersama mereka membuatku bahagia yang tidak terkira. Bagaimana tidak? Dunia serasa milik kita. Sarapan disetiap pagi selalu hanya cukup 1 piring yang digunakan, selebihnya kita saling melingkar dan makan bersama :D. Tak jarang ada yang menciptakan canda yang membuat geli satu sama lain. Benar-benar nikmat yang sangat patut disyukuri. Jika dibandingkan di tempat perantauan sana, Solo the Spirit of Java kisahku bertolak belakang. Hampir setiap pagi aku selalu sarapan sendiri dan tak jarang melakukan segala rutinitas yang lainpun sendiri. Mungkin sudah menjadi ritual kesendirian. Huhuu :’( menyedihkan memang.. makanya aku selalu enggan rasanya meninggalkan rumah T.T

Lanjut, setelah sarapan, orang tuaku dan cik Uma bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah masing-masing. Tak jarang aku selalu mengrecoki persiapannya. Entah menggagu umi yang lagi make up atau lain sebagainya. Gelak tawa yang kerap hadir selalu menjadi warna indah saat itu. :) setelah mereka berangkat, aku berteman dengan sendiri lagi. :P, tapi jangan khawatir, ada mbak Tri, seseorang yang selalu menemani untuk membereskan rumah. Membantuku untuk tak lagi berteman dengan sepi. Bersama mbak Tri, kerap kali bercerita bareng. Namun, aku lebih sering mendengarkan mbak Tri bercerita. :) mengasyikkan.. sangat enjoy aku bersamanya. Berbagi cerita bersama membuatku mengetahui sisi lain dari kehidupanku. Entah dari kehidupan saudara mbak Tri, tetangga, ataupun yang lainnya. Membuka pintu hatiku untuk selalu merasakan syukur yang amat dalam karena tidak semua kondisi keluarga di luar sana sama sepertiku. Alhamdulillah, aku dihadirkan pada keharmonisan keluarga seperti ini.

Di malam hari, Abi selalu membatasi menonton TV, tapi aku selalu bandel karena mengambil kesempatan disaat semuanya sudah pada tidur. Hehhe.. Rasanya TV sudah menjadi nikotin dalam hari-hari liburanku. Benar-benar membuatku kesal namun aku juga nggak bisa menahan ketertarikan untuk menonton. Entah tayangan apa. Ya Rabbi, bantu Hamba untuk menguranginya, Amin. Ingin sekali aku ganti kebiasaan itu dengan membaca apapun itu. Dan Alhamdulillah sekarang sudah berjalan walaupun masih sedikit demi sedikit. Semoga konsisten saja :) amin. Ngomong-ngomong kenapa Abi membatasi TV karena masih ada adekku yang masih sekolah, makanya benar-benar disuruh belajar nggak boleh nonton TV. :D. Aku juga tahu, alasan selain itu adalah karena Abi-Umi ingin hanya fokus bersama keluarga. Merangkai tawa canda bersama yang sungguh momen seperti ini yang nantinya akan selalu dikenang bersama. Bercanda bareng sampai tidak jarang adekku dan aku saling jerit karena ulah Abi yang menggelikan dan sebaliknya Umi dan Abi selalu tertawa dengan ulah nakalku dan cik Uma, adekku yang bandel :D. Aku sangat bahagia melakukan rutinitas canda tawa seperti ini.

Bersama mereka, hari-hariku menjadi cerah, semoga aku akan membersamai mereka sampai kapanpun dan Abi, Umi, Cik Uma, Mas Furqon dan Mbak Vivi akan selalu membersamaiku kapanpun dan dimanapun aku berada. Sejatinya memang tidak jarak yang membuat kita dekat namun hati-hati kita yang saling terikat. Izza sangat sayang pada mereka semua. Mereka adalah warna yang indah yang selalu Izza rindukan kehadirannya. Izza berharap kepada ALLAH SWT untuk mengumpulkan Izza bersama keluarga kelak di JannahNya nanti... Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin :)

Wassalamu’alaikum… :)


Read More..

Jumat, 26 Desember 2014

..SMA

Assalamu’alaikum.. ^^
Ahh~ lama sekali tidak bersua.. Lama rasanya jentik jariku tak menari menuliskan kata untukmu. Apalagi melihatmu? Apalagi berbicara dengan mu? :D hahaa (bicara apa..?). Sungguh lama rasanya berkutat dengan dunia nyata. Sungguh dunia yang sangat menyibukkan. Atau hanya menyibukkan diri? Oke, lupakan sejenak.
Lupakan atmosfer perkuliahan. Lupakan tugas-tugas yang menjemukkan.. lupakan amanah-amanah.. Bukan untuk selamanya.. izinkan hanya untuk malam ini saja, tidak! hanya untuk beberapa jam ke depan.. :)

Sejalan waktu yang terus berjalan, aku ingin menumpahkan semua kepenatan ini. Sejenak aku ingin menari dalam dunia maya. Menghibur diri dengan untaian kata sendiri. Aah, siapa pula yang akan membaca? :) just be confidence, Here I’am..

Aku ingin menyelam dalam kenangan.. tiba-tiba memoriku kembali pada tahun +-4 tahun silam. Entah apa yang membuatku memutar memori ini. Sejatinya kurasakan gelora yang mendalam, mungkin atas nama ‘kerinduan’. Ya, mungkin seperti itu.

Aku rindu masa putih abu-abu. Aku rindu masa-masa belajar bersama kalian. Aku rindu melihat tawa bahagia bersama, sedih bersama, dan tentu berbagi cerita bersama. Aku rindu saat-saat asmara mewarnai cerita kelas kita. Asmara yang tidak menentu dan cukup menjadi warna yang seperti itu. Entah siapa yang memulai, namun itulah indah jalan SMA yang kita rangkai bersama.

Mungkin benar kata orang, masa SMA adalah masa yang paling mengesankan yang akan kalian rasakan. Dan, aku? Akupun merasakannya sendiri. Masa SMA adalah masa yang merindukan bagiku. Masaku memulai menemukan prinsip diri, masaku memahami arti belajar, masaku memaknai hasil belajar dan masaku merasakan apa arti jatuh saat prestasi tak kunjung naik namun turun tajam dan curam. Memang menyakitkan, namun aku jadi tahu betapa penting arti belajar dan penyesalan adalah penyadar yang baik untuk semua yang aku alami.

Masa SMA tak lepas dari masaku dan masamu. Masa di mana kau merangkai cerita indah untukku. Masa di mana aku merasa bahagia dengan segenap sajakmu itu. Aku harus mengatakan, bahwa kau merindukan itu semua. Terkesan melankolis ya? Namun, inilah aku.

~Rembang.. aku merindukan masa-masa itu. Sejatinya memang harus aku tuliskan atau aku teriakkan padamu? Bahwa aku rindu mejalani masa putih abu-abu. Aku ingin mengulang walau sedetik saja~ andai..

Haaa!! Sudah cukup terharu-biru melihat ke belakang, mungkin tulisan di atas sudah mewakili apa yang aku rasa. Ya, aku rindu. Kini, saatnya menatap masa yang sekarang. Masa yang akan menuntun untuk mencapai kebahagiaan yang nyata. Masa penentu akankah berhasil ataukah tertolakkan. Tentunya ini tentang aku dan kamu? :) semoga semuanya kan indah pada waktunya~ dengan segenap juang dan do’a.
haha.. berhasil juga mencurahkan “kegalauan” ini. Tenang, ini hanya sejenak. Tentu kan berakhir saat aku fix ngepos nih postingan :) stop be galauer!! Tengok tugas-tugas, ujian-ujian sudah menunggu untuk diselesaikan :D perkuliahan belum selesai, girl!.
Inilah kenyataan yang sebenarnya. Kewajibanku adalah melalui ini semua dan menunggu hasil yang akan aku dapatkan. Semangat itu harus agar memacu langkah padu. Satukan hati, satukan fikir, dan.. satukan iman. Ya Muqollibal Qullub Tsabit Qolbi ‘alaa Dinik, ‘ala Dakwatik, ‘ala To’atik.. aamiin Ya Robbal ‘aalamiin…

Wassalamu’allaikum… ^^
Read More..

Minggu, 23 November 2014

La Tahzan, Innallaha Ma’ana

La Tahzan.. jangan bersedih.. Allah selalu beserta kita.. kapanpun dimanapun..
Air matamu berharga, sungguh sangat berharga..
Janganlah bersedih, ada sejuta alasan di luar sana yang bisa membuatmu tersenyum..
Sejatinya tak ada yang bisa menutupi senyummu  itu..
Tidak ada! Bahkan mereka.. dia.. dan bahkan tidak DIRImu sendiri..
Tersenyumlah.. matahari senantiasa menemanimu, menyinarimu..
Tersenyumlah.. rembulan akan selalu menemanimu dalam malam..
Tersenyumlah, karena sedihmu adalah duka untuk alam..
Untuk segenap cintamu pada sesama..
La Tahzan..
Semua akan baik selama fikir juga baik..
Perbaiki hati.. ikhlaskan diri, ihsankan niat..
Ya Muqollibul Qulub Tsabit Qollbi ‘Ala Dinik..
Wahai Yang Maha Membolak-Balikkan Hati.. jaga hati ini untuk senantiasa teguh pada agamaMu..
Jaga diri yang lemah ini..
Sungguh, sejatinya tiada yang mampu membuatmu bersedih..
Hanya ALLAH yang mampu membolak-balikkan hati ini
Izinkan dirimu merasakkan bahagia J
La Tahzan..


Read More..

Sabtu, 04 Oktober 2014

...Oktober


Sadarkah…?

Ternyata sekarang telah memasuki bulan Oktober..

Bulan yang menyimpan penuh makna..

Menyimpan sejuta warna laksana pelangi..

Cerah sampai pekat.. mewarnai cerita dalam bingkai Oktober ..

Aku sampai terpikat oleh Bulan ini, indah dan kerap mengundang sapa dan rindu..

Aku di sini senantiasa merindu, suasana indah Oktober di sana..

Di ujung satu waktu yang lalu :)

Namun.. aku merasa ada yang beda.. yang hadir dalam Oktober kini..

Dua bintang yang cemerlang..

Bintang-bintang yang indah… Seindah ‘Bulan’ Oktober lalu..

Semuanya memikatku untuk selalu memandang dalam malam

Menghabiskan waktu lalu, kini dan nanti

Hanya untuk menikmati indahnya sinarmu.. bintang dan bulan Oktober  :)
Read More..